Night Mode

Wednesday, March 25, 2020

kereta cepat jakarta bandung
Kereta cepat Jakarta - Bandung (Ilustrasi)
Jurustupai.com - Setiap anak bangsa pasti memiliki mimpi, mimpi dimana sebuah negara mampu untuk memiliki model transportasi massal yang modern, efisien dan pastinya juga memiliki kenyamanan dan tingkat keselamatan yang baik.

Jika kita melihat kebelakang,model transportasi di indonesia masih di lihat sebagai modal transportasi yang usang dimana kemacetan yang terjadi di beberapa titik di kota-kota besar di indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Palembang  dan yang lainya masih sangat mengganggu gerak ekonomi nasional, bahkan dikatakan mampu membuat para investor asing berfikir dua kali untuk membawa perusahan2nya menanamkan modal dinegara ini.

Berlahan namun pasti pemerintah sedikit demi sedikit mencoba mengurai kemacetan dan masalah tersebut dengan membangun beberapa infrastruktur pendukung transportasi seperti meluaskan jalan, membangun jalan TOL, hingga membangun MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) hingga yang teranyar adalah kereta cepat Jakarta- Bandung.

Kereta cepat jakarta bandung yang dibangun oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2021 menghabiskan biaya dengan total Rp. 80 Triliun untuk keseluruhanya.Sedangkan untuk tarif transportasi ini akan dibagi menjadi 3 kelas penumpang yaitu VIP, Kelas 1 dan kelas 2.Dan untuk tarif termurahnya di patok dengan Harga 300 Ribu Rupiah per orang.

Kereta cepat Jakarta - Bandung merupakan proyek pertama dari beberapa kereta cepat yang nantinya akan dibangun untuk menyambungkan antara provinsi di indonesia dan tentunya akan diawali di wilayah pulau jawa.

Sebelumnya negara tetangga kita yaitu Malaysia dan Singapura berencana membangun kereta cepat Kuala Lumpur - Singapura namun setelah pemilu malaysia dan Mahathir menggantikan Najib razak akhirnya proyek tersebut dibatalkan.

Ini keputusan final, tapi butuh waktu untuk memprosesnya karena kami memiliki perjanjian dengan Singapura," kata Mahathir dalam jumpa pers di Kuala Lumpur.

"Proyek ini tidak menguntungkan. Proyek ini akan membebankan Malaysia dalam jumlah besar. Malaysia tidak akan mendapat keuntungan sama sekali dari kesepakatan ini," lanjutnya seperti yang dikutip dari cnnindonesia.

Sedangkan Jokowi berujar bahwa dana untuk pembangunan kereta cepat ini adalah murni dana investor dan tidak membebani APBN negara.
Dan iya berharap proyek ini mampu mengurai kemacetan transportasi antara jakarta - bandung yang sampai saat ini sering terjadi kemacetan transportasi yang tentunya menghambat perekonomian negara.

Setiap negara mempunyai pertimbangan masing-masing namun jika proyek ini berhasil tentunya indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki kereta cepat dikawasn ASEAN ini.

Comments 0