Night Mode

Monday, June 17, 2019


soekarno-konfrontasi-malaysia
Presiden Soekarno ketika di dalam Pesawat
Jurus Tupai - Dalam sejarah dua negara serumpun antara Indonesia dan Malaysia tidak bisa di pungkiri bahwa antara kedua negara tersebut tak jarang terjadi perselisihan baik secara politik,teritorial maupun kebudayaan.
Perselisihan dan perbedaan pendapat ini sebenarnya sudah terjadi semenjak Era revolusi dimana saat Perdana Menteri pertama Malaysia Tun Abdul Rahman bermaksud untuk menggambungkan Semenanjung Malaya bersama wilayah Sabah dan Sarawak untuk membentuk negara Malaysia pada tahun 1963 yang perkasai oleh Inggris yang kemudian di tentang oleh presiden Soekarno karena dianggap sebagai penjajahan bentuk baru yang dilakukan oleh Inggris untuk mengkontrol kawasan Asia Tenggara,mengingat Sabah dan Sarawak pada waktu itu merupakan wilayah koloni Inggris,konflik Indonesia dan Malaysia ini dalam sejarah sering disebut sebagai Konfrontasi Indonesia Malaysia.

Baca Juga: Kisah Soeharto sebelum berkuasa pernah menemani Perdana Menteri Malaysia berwisata di Solo

Perang yang awalnya hanyalah perang kata-kata antara kedua pemimpin negara tersebut berubah menjadi sebuah konflik senjata antara relawan Indonesia melawan Tentara gabungan Inggris,Australia,Selendia Baru dan Malaysia sedangkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sendiri dalam awal konfrontasi tidak secara terang-terangan mengirim pasukan dalam operasi tersebut,bahkan lebih sering merahasiakan kehadiran tentara resminya dalam konfik tersebut dengan mengirim pasukan dengan menyamar menjadi relawan ataupun Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku-PGRS).

Namun disebalik konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia ini ada satu kisah yang mana antara Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Rahman pernah tertawa terbahak dalam satu acara sedangkan pada waktu itu Konfrontasi antara kedua negara tersebut sedang berlangsung.
Peristiwa itu terjadi di Tokyo pada Juni 1963, dimana dalam perundingan perdamaian antara Indonesia dan Malaysia yang tidak menghasilkan kata sepakat itu terpapar gambar Bung Karno Dan Tun Abdul Rahman itu sedang tertawa.

“Apabila keluar dari persidangan itu jurugambar akhbar(surat khabar) dan juga wartawan-wartwan asing telah berebut untuk mengambil gambar Soekarno dan Tunku. Melan (Tan Sri Melan Abdullah adalah Ketua Pengarang Utusan Melayu/direksi surat kabar Utusan Melayu ketika itu) berada di antara mereka. Tunku dan Soekarno tidak menunjukkan wajah gembira sekalipun diminta tersenyum beberapa kali oleh jurugambar dengan perkataan cheese. Apabila didesak berkali-kali, Tunku akhirnya mencarut dengan perkataan Melayu yang terkenal dengan empat huruf(yang dimaksud adalah kata "Melayu Itu Mudah Lupa") menyebabkan Soekarno meletus ketawa dan Tunku sendiri ketawa. Bukan lagi tersenyum. Ketawa semakin hebat apabila seorang wartwan bertanya is that cheese, Tunku? Tunku jawab, ya, ya, something smell like cheese.”- HISB, Hal 47 (pernah di siarkan di Harian Utusan Malaysia)
Presiden Soekarno(kanan) dan Tun Abdul Razak(kiri)/Utusan Melayu

Pemandangan tersebut merupakan pemandangan yang cukup aneh karena sebelumnya kedua pemimpin tersebut terlibat perang kata dan juga konfrontasi.

Kalau kita lapar itu biasaalau kita malu itu juga Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat ituDoakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa,sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya. Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat. Yoo…ayoo… kita… Ganjang… Ganjang… Malaysia Ganjang… Malaysia Bulatkan tekad Semangat kita badja Peluru kita banjak Njawa kita banjak Bila perlu satoe-satoe!

-Soekarno

Comments 0