Night Mode

Wednesday, June 12, 2019

Sumber: Daily Express
Asteroid-menabrak-bumi
Ilustrasi Asteroid menabrak bumi, image source:Daily Express

Jurus tupai - Sebuah agensi luar angkasa Eropa merilis informasi yang mengejutkan dimana ia menyebutkan bahwa pada September nanti ada kemungkinan Asteroid sebesar 40 Meter akan menghantam bumi dan mampu menghancurkan sebuah kota.

Asteroid yang juga disebut 2006 QV89 ini, menurut para ilmuwan peluang untuk melintasi dan menabrak bumi masih memiliki perbandingan 7000:1 dalam arti masih kecil namun kemungkinan terjadi masih ada atau ESA menyebutnya sebagai “non-zero impact probability”.

Agency luar angkasa Eropa tersebut juga menjelaskan dalam webnya "Dalam beberapa kasus,besaran perkiraan perbandingan tersebut secara tanda bintang menunjukan bahwa ketidakpastian akan terjadinya tabrakan itu sangat besar".

"Ketika pengukuran dalam literatur itu lebih baik dalam menggantikan nilai estimasi", dengan lebar 40 meter, asteroid itu tidak cukup besar untuk memusnahkan peradaban, tetapi akibat kerusakan itu akan lebih besar jika di bandingkan dengan insiden Chelyabinsk, menurut ESA.

Pada 2013, sebuah meteor 20 meter meledak di Chelyabinsk, Rusia, yang menghancurkan jendela dan menyebabkan lebih dari 1.000 orang cedera.
Para ahli tidak mengantisipasi kejadian itu, sehingga menyebabkan kekhawatiran bahwa di masa depan Bumi dapat dikejutkan oleh serangan-serangan asteroid yang lebih dahsyat lagi.

Jonti Horner, Profesor astrofisika di University of Southern Queensland, mengatakan masih ada risiko besar peradaban bisa dihancurkan oleh asteroid.

Dalam sebuah artikel, Prof Horner menulis: 
“Sistem tata surya dipenuhi dengan material yang tersisa dari pembentukan planet-planet.Sebagian besar dari itu terkunci di stable reservoirs – Asteroid belt, Edgeworth-Kuiper belt dan di Oort cloud yang jauh dari bumi.

"Reservoirsatau waduk-waduk luar angkasa itu terus-menerus membocorkan benda-benda ke ruang antar planet, menyuntikkan puing-puing baru ke dalam orbit yang melintasi planet-planet itu.

“Tata surya bagian dalam dipenuhi puing-puing, mulai dari bintik-bintik kecil debu, hingga komet dan asteroid berdiameter beberapa kilometer,Sebagian besar puing-puing yang bertabrakan dengan Bumi sama sekali tidak berbahaya, tetapi planet kita masih memiliki bekas luka tabrakan yang jauh lebih besar.

“Kami masih berusaha mencari tahu seberapa sering peristiwa seperti ini terjadi. Informasi kami tentang frekuensi dampak yang lebih besar sangat terbatas, sehingga perkiraan secara dramatis masih bervariasi.

“Biasanya, orang berpendapat bahwa dampak sebesar Tunguska terjadi setiap beberapa ratus tahun, tetapi itu hanya berdasarkan sampel dari satu peristiwa.
"Sebenarnya, kita tidak benar-benar tahu."
"Sementara katalog benda yang berpotensi berbahaya terus bertambah, banyak yang tetap tidak dapat terdeteksi,dan menunggu untuk mengejutkan kita nanti." ujar profesor Horner seperti yang dikutip dari express.co.uk.

Comments 0