Saturday, September 22, 2018


Jika selama ini kita sering melihat pertunjukan barong seperti halnya di bali maka kali ini saya akan membahas sedikit tentang barong,namun bukan barong bali tetapi barong yang berasal dari desa kemirin atau sering di sebut barong banyuwangi.

Sejarah Barong kemirin
Seperti yang di kutip dari kemirin.com[1] barong kemirin adalah kesenian asli dari desa kemarin,glagah,banyuwangi. pencipta asli dari barong kemirin adalah Sanimah pada abad ke 16, barong kuno yang awalnya berbentuk jelek itu di wariskan kepada anaknya yang bernama Tompo atau sering di sebut mbah tompo.
Pada saat penjajahan belanda tompo mengungsi ke kota,dan distu dia bertemu dengan sukip dan win dua orang yang ahli membuat barong,lalu mbah tompo ini meminta 2 orang tersebut untuk membuatkan barong untuknya hinggalah jadi barong yang seperti saat ini.

Lain lagi menurut penuturan Sucipto tentang barong Kemiren, pada sekitar tahun 1647 mbah Tompo bermimpi diminta untuk menbuat barong. Bersama temanya mbah Soeb, keduanya melaksanakan perintah dalam mimpi itu, tutur Ketua Barong Tresno Budaya. Barong yang dibuat oleh mbah Tompo dan mbah Soeb. Inilah yang dipakai hingga sekarang. Diperkirakan usia barong sekitar 361 tahun. barong ini harus disimpan oleh keturunan mbah Tompo. Yang sekarang sudah ke generasi ke empat. Konon saat itu ada cerita lain lagi, di desa Kemiren yaitu seblang yang dimainkan mbah Sapua. Ketika penari seblang kesurupan, terjadilah dialog antara mbah buyut tompo agar pementasan seblang di pindah ke desa Ole- Olean (Olehsari), sedangkan di desa Kemiren di pentaskan seni barong. Sejak saat ituda ketentuan yang harus di pegang teguh oleh masyarakat, yakni masayarakat desa  Kemiren tidak boleh  mementasakan seblang dan masyarakat Olehsari tidak boleh mementasakan barong. Kareana seni barong di ciptakan dengan di dasari leluhur warga Kemiren.Ada yang mengisahkan, barong Kemiren bermula dari pertempuran dua bangsawan sakti dari Bali dan Blambangan. Meraka, adala Minak Bedawang dan Alit Sawung. Tanpa penyebab yang jelas, keduanya terlibat pertempuran yang sangat hebat. Mereka bertarung tanpa henti hingga jangka waktu yang cukup lama. Tak satupun dari mereka yang terluka. Masing masing menggunakan wujud sakti mereka yang mengerikan, yaitu seekor harimau dan seekor burung garuda. Dua perwujudan ini bertarung dahsyat. Suarana menggelegar seperti halilintar. Meski saling serang, kedua kesatria itu tetap sama kuatnya. Hingga muncullah suara tanpa rupa yang berasal dari langit. Suara dari langit itu mengingatkan agar mereka menghentikan pepranganya. Keduana diminta untuk berdamai. Akhirnya, kedua wujud yang menyeramkan tersebut menyatu. Dan saat itulah kenapa masyarakat using memiliki wujud barong sebagai simbol kebersamaan. Diyakini juga bahwa barong sangat di sakralkan.
Dari beberapa kisah dan penuturan tersebut menunjukan tidak ada bukti jelas tentang  asal usul barong kemirin,dan hampir semua rakyat banyuwangi memiiki kepercayaan yang berbeda- beda atas sejarah dari barong Kemiren, Tapi sekarang barong Kemiren bukan lagi salah satu kesenian Banyuwangi yang bersifat sakral karena pada sekarang ini kesenian barong Kemiren juga bersifat hiburan. Dulu Barong Kemiren hanya akan digelar pada saat-saat tertentu contoh pada saat bersih desa. 

Barong sebagai tolak bala'.

Tujuan dari barong kemiren saat bersih desa adalah untuk tolak bala penyakit. Ritual bersih desa dilaksanakan setiap tanggal 2 syawal yaitu pada saat idhul fitri dan kedua ya itu pada ritual ider bumi.
Menurut salah satu tetua desa yang bernama serad seperti yang di kutip dari kompas[2] mengatakan  Barong Ider Bumi pertama kali muncul tahun 1840.Saat itu, di desa tersebut diserang wabah yang menyebabkan kematian banyak warga. Selain itu, hasil pertanian juga diserang hama sehingga gagal panen.

"Saat itu sesepuh desa meminta petunjuk Mbah Buyut Cili yang membuka desa ini. Dan Mbah Buyut Cili meminta agar masyarakat mengarak barong. Dan wabah penyakit langsung hilang setelah permintaan itu dipenuhi," jelasnya.

Arak-arakan Barong dimulai dari pintu masuk desa yang dikenal dengan pusaran lalu berjalan ke arah barat menuju pintu keluar desa atau dikenal dengan tempat mangku barong. Total, rombongan menempuh jarak sekitar dua kilometer.

"Sampai tempat mangku barong mereka kembali lagi ke pintu masuk, dan terakhir ditutup dengan selamatan makan bersama dengan menu pecel pitik," jelas Serad.
Dalam upacara ider bumi terdapat empat jenis train barong yang ditampilkan dan memiliki cerita sendiri sendiri. Kempat barong tersebut adalah barong tua, barong remaja, barong anak anak, barongsai. Kempat barong tersebut memiliki lambing generasi generasi yang tinggal di desa Kemiren. Diikutkanya barongsai dalam ritual tersebut juga untuk menghormati adanya etnik tionghoa.

Cerita mistik pada barong kemirin.
masih tentang barong untuk mengusir bala' walau agak berbeda dari kisah sebelumnya namun kisah ini memiliki inti sama yaitu ketika desa lagi di serang wabah bala' mbah sapuah yang merupakan teman dari mbah cili yaitu seorang tetua yang membuka dan mendirikan desa kemirin bermimpi di datangi mbah kemirin berulang kali Dalam mimipinya, Buyut Cili berdialog dengan Mbah Sapua. "Isun wes ngaleh panggonan. Engko onok loro petilasan, dadi panggonanku. Isun ngerti karep sirok. Pagebluk biso ilang. Sirok goleko kayu polek suwedak sentian (60 cm) loro, lebokno jero sumur. Bagebluk biso ilang kudu idher bumi pakek barong," pesan gaib Buyut Cili ke Mbah Sapuah.


Dalam Bahas Indonesia, kira-kira begini artinya: ‎Aku sudah pindah tempat. Akan ada dua makam, yang akan jadi tempat baruku. Aku tahu maksud kamu. Penyakit bisa hilang. Kamu cari dua kayu polek sepanjang 60 cm, rendamlah dalam sumur. Bagebluk bisa hilang jika ada ruwat desa dengan barong. merdeka.com[3]

Selanjutnya, Mbah Sapua melaksanakan pesan Buyut Cili, dan meminjam barong di daerah Dandang Miring, Banyuwangi dan ritual tersebut disebut idher bumi hingga saat ini, dan dilakukan setiap hari ke 2 idhul fitri.

Sumber:

[1]http://kemiren.com/barong-kemiren-budaya-banyuwangi/
[2]https://travel.kompas.com/read/2017/06/29/090400327/barong.ider.bumi.ritual.bersih.kampung.di.desa.kemiren.banyuwangi
[3]https://banyuwangi.merdeka.com/seni-budaya/cerita-asal-mula-desa-kemiren-cikal-bakal-barong-osing-160405w.html

Comments 0